Sabtu 25-09-2021,07:47 WIB

Terbukti Terima Suap Dalam Kebijakan Ekspor Benur, Ini Vonis Majelis Hakim Untuk Edhy Prabowo


Reporter : Wanda Rizki
Editor : Eggy Awang





Edhy Prabowo saat masih menjabat sebagai Menteri KKP.--Dok : KKP

SEPUTAR GRESIK - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis 5 tahun penjara terhadap Eks Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo.

Politisi Partai Gerindra tersebut dinyatakan bersalah melakukan korupsi penerimaan suap terkait ekspor benih lobster atau benur.

"Mengadili, menyatakan Terdakwa Edhy Prabowo terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama," kata hakim (15/7).

(BACA JUGA:Dituntut Lima Tahun Penjara Dalam Perkara Suap Benih Lobster, Edhy Prabowo Sampaikan Pembelaan)

"Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun," tegas hakim.

Selain vonis 5 tahun penjara, Majelis hakim juga menjatuhkan hukuman berupa denda Rp400 juta subsider 6 bulan kurungan. Vonis ini sesuai dengan tuntutan jaksa KPK.

Terdakwa lain yang telah dijatuhi hukuman dalam kasus ini adalah Suharjito selaku Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (PT DPPP), hukumannya adalah penjara 2 tahun dan denda Rp250 juta subsider 3 bulan penjara.

(BACA JUGA:Edhy Prabowo Dituntut Selama 5 Tahun Penjara, ICW: Itu Menghina Rasa Keadilan!)

Fakta persidangan menyebutkan bahwa Edhy Prabowo dan anak buahnya terbukti menerima suap sekitar Rp25,75 miliar yang berasal dari beberapa pengusaha. Suap diberikan untuk pengurusan izin budidaya dan ekspor benih lobster.

(SG)


Tags : #tipikor #menteri kkp #korupsi #edhy prabowo #benur
Kategori : Nasional